Pages

Cari

Jumat, 23 Mei 2014

Sikap (Sok ) Politik Saya

Mulai minggu ini sampai awal bulan Juli, suhu perpolitikan di negara kita akan sedikit menghangat, ini bisa kita rasakan dari pembicaraan tukang becak, pegawai yang lagi makan di warung-warung, iklan baliho-baliho di pinggir jalan, tulisan-tulisan di koran maupun media sosial dunia maya, berita-berita dan talkshow di tipi-tipi semunya sedikit banyak akan menyinggung situasi dan kondisi perpolitikan saat ini. Sepertinya minggu-minggu ini di negara kita akan banyak  orang mendadak jadi pengamat politik .
Saya sebenarnya tidak mau ikut-ikutan  latah menulis tentang situasi politik saat ini, karena saya tahu diri politik bukanlah bidang saya. Bagi saya politik adalah sesuatu yang sangat “kompor gas” banget. Dalam benak saya politik(us) itu adalah bak seorang komika yang sedang open mic dihadapan Raditya, Butet, dan Mas Indro. Dengan penilaian sebagai berikut :
Radit : “ Absurd ”
Butet : “ Wasuuuu ”
Indro : “ Kompor gasss”
Saya hanyalah seorang PNS yang gak lucu, dan grogi berat kalau ngomong dihadapan rakyat banyak.
Saya menulis ini karena didasari rasa keprihatinan saya tentang fenomena Pilpres .
Kalau kita baca-baca di Facebook maupun di media sosial yang lain akan kita temui banyak berita mengenai para pasangan Capres Jokowi-JK dan pasangan Capres Prabowo-Hatta. Ada berita yang memuji-muji pasangan Jokowi-JK, ada berita negatif mengenai pasangan Prabowo-Hatta, juga sebaliknya. Dan berita-berita tersebut baik yang “kampanye putih” maupun “kampanye hitam” pasti akan ditanggapi para pendukung masing-masing pasangan. Misalkan ada berita negatif dari pasangan Jokowi-JK, ostosmastis pendukung pasangan Jokowi-JK akan menuduh bahwa penyebar “kampanye hitam” itu adalah dari kubu pasangan Prabowo-Hatta demikian juga sebaliknya. Padahal belum tentu penyebar kampanye hitam Pasangan Jokowi-JK tersebut adalah dari kubu Pasangan Prabowo-Hatta, bisa jadi dari Pasangan Jokowi-JK sendiri dengan tujuan mencari simpati, bisa juga dari pihak lain dengan tujuan untuk memecah belah persatuan rakyat Indonesia. Saat ini tensi su’udzon rakyat Indonesia lagi tinggi-tingginya.
Pasangan Jokowi-JK dan pasangan Prabowo-Hatta adalah sama-sama rakyat Indonesia. Saya yakin mereka semua berniat mulia untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Kalau saat ini mereka berhadap-hadapan bukanlah karena mereka berlawanan, tapi karena sistem pemilu kita prosedurnya memang harus begitu. Ibarat yang pas adalah, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sedang melakukan Battle Of Comic. Tiap-tiap pasangan akan berlomba-lomba menghibur kita,... ya kita para rakyat. Mungkin ada dari kita yang ngefans pada salah satu pasangan, tapi kita tetap terhibur dengan penampilan pasangan yang lainnya. Saya kok belum pernah mendengar atau membaca, atau melihat berita ada tawuran dalam acara Battle Of Comic. Ya seperti itulah seharusnya kita,... ya kita para rakyat, mensikapi Pilpres. Nikmati saja penampilan para comica, tanpa harus menghujat.
Saya tahu, sampeyans semua pasti pada menunggu-nunggu sikap ( sok ) politik saya to?.....Sebentar..., yang saya maksud dengan sikap (sok) politik saya adalah, kepada siapa saya akan memberikan pilihan politik saya dengan berdasarkan sok tahu saya terhadap para pasangan Capres dan Cawapres tersebut.
Sebenarnya berat bagi saya untuk memilih salah satu diantara mereka, karena terus terang mereka pasti tidak kenal saya. Sebelum saya memutuskan pilihan, akan saya beberkan beberapa data sebagai dasar saya untuk menentukan sikap ( sok ) politik saya, data tersebut sebagai berikut :
Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 100 orang didapatkan hasil bahwa elektabilitas Jokowi-JK dan Prabowo-Subianto adalah 50:50. Untuk 50 orang pertama disurvey di Gedong Joang 45 pada tanggal 19 Mei 2014 dan untuk 50 orang kedua disurvey di Rumah Polonia pada tanggal 19 Mei 2014.
Membaca riwayat pendidikan Prabowo Subianto, ada sesuatu yang “aneh” menurut saya. SD di Singapore, SMP di Zurich, SMA di London, kemudian kuliah di Akademi Militer Magelang. Jamaknya orang kalau kuliah akan mencari sekolah yang bagus di luar negeri, apalagi beliau dari keluarga sangat mampu. Lah kok ini mencari sekolah gratis dengan pola pendidikan militer lagi. Ada satu kemiripan dengan saya, yaitu cari sekolahan gratis juga di STAN.

Dari data diatas akhirnya saya memilih Prabowo, bukan berarti penampilan Jokowi jelek,  ini soal selera saja seperti bunyi sebuah iklan,  Gentlemen This Is Taste.....
Semoga Gusti Allah melindungi kita dari pemimpin yang dholim....


Saya Arif Wibowo, komposs garrrrr....