Pages

Cari

Jumat, 06 Juni 2014

Cuti Tak Kunjung Padam

Tulalit..tulalit..tulalit...
Berbarengan dengan suara tersebut, muncullah kotak pesan di layar monitor Mas Prayit,  yang ternyata di broadcast oleh Pak Mandor, atasan Mas Prayit.
 “Rapat opo maneeh iki, mosok sehari tiga kali rapat. Kayak orang minum obat saja.”
“Ssstt...apa susahnya sih mas, la wong cuman duduk dan ndengerin arahan Pak Mandor. Lima menit lagi lo Mas,” kata Mbak Retno.
“Westing taim mbak, mending saya bikin surat himbauan atau bikin analisa resiko biar penerimaan kantor segera tercapai.”
“Halah, omdo.”

***
Satu per satu teman-teman sekerja Mas Prayit masuk ruang rapat, dan rapatpun segera dimulai.
Satu jam kemudian.
“Okay, selanjutnya saya mau membahas tentang cuti kaliyan. Saya akan memberikan cuti untuk mereka yang telah selesai menyelesaikan tugas. Kalau yang belum selesai ya monggo diselesaikan dulu. Ada pertanyaan?, kalau gak ada silahkan kembali bekerja. Terimakasih atas perhatiannya.”
***
“Wah Mas Pray hebat banget, kerja terus sampai gak ikut rapat.” Kata Mbak Retno.
“Hebat apanya, nih baca nih!”
Diatas Surat Cuti Mas Prayit terdapat post it, dengan tulisan
Cuti akan saya tandatangani setelah tugas selesai dikerjakan!!!
“Wakakakakakaka......emang enak.”


Saya Arif Wibowo, hesteg cuti tak kunjung padam,hesteg fles fiksi.