Pages

Cari

Senin, 07 Juli 2014

[Prompt #56] Hati Seorang Lelaki






“Pak Sam, jemput saya di Pakuwon ya. Cepetan, sudah gak kuat hati saya pak!”

 “Iya, iya bu. Saya segera berangkat bu.”

Jam tujuh tigapuluh malam, saya mendapat telpon dari juragan putri. Suaranya terisak-isak menahan tangis, getir. Saya tidak berani bertanya kepada juragan putri, yang ada dalam benak saya, saya harus sesegera mungkin sampai di Apartemen Pakuwon kamar 306.


Saya berdoa semoga perjalanan Malang-Surabaya malam ini lancar, tidak ada kemacetan. Tahu sendirikan, diakhir pekan seperti sekarang ini arus lalu-lintas keluar dan menuju Malang padet banget. Jalan-jalan sudah tidak muat lagi menampung motor dan mobil yang tiap hari laris manis bak kacang goreng.

“Bune, saya menjemput juragan putri dulu ya. Jangan lupa tutup semua pintu dan jendela. 
Kalau sudah ngantuk tidur saja dulu, gak usah nunggu saya. Karena sepertinya subuh baru pulang.” Pamit saya kepada istri saya.

Saya dan istri ikut juragan yang satu ini sudah hampir tiga tahun enam bulan, beruntungnya kami diberikan sebuah kamar, yang terletak dibelakang rumah induk.

 ***
“Papa pilih saya atau dia?! Kalau pilih saya, sekarang juga kita pulang!!!.” Mata juragan putri menatap tajam mata juragan kakung.

 Kepala juragan kakung tertunduk lesu, berulang kali jemarinya memainkan Montblanc, kakinya digerak-gerakan tak beraturan,lidahnya kaku.

“Teganya Papa berbuat itu. Apa sih kelebihan dia, Pa?!”

 “Dengarkan dulu penjelasan Papa, Ma.”

 “Sudah jelas semuanya Pa.”

“Ayo Pak Sam kita pulang! Bapakmu lebih memilih dia daripada aku!”

Mata saya tidak berani menatap juragan kakung maupun juragan putri.

Saya berjalan mendekati juragan kakung, saya ulurkan tangan berpamitan kepada juragan kakung.

“Sam, ini buat beli bensin. Hati-hati dijalan ya”

 Lima lembar uang seratus ribuan saya terima dengan suka cita.

 ***
Sepanjang perjalanan Surabaya-Malang isak tangis juragan putri lirih terdengar.

“Sabar bu, mungkin bapak lagi khilaf.”

“Sabar, sabar gimana! La wong jelas-jelas di depan mataku, bapakmu bergandengan mesra dengan brondong, dan yang lebih bikin nyesek, baju pestaku itu lo dipakai oleh bapakmu!!!”


 306 Kata Untuk MFF Prompt #56 : 306