Pages

Cari

Senin, 21 Juli 2014

Terimakasih

Semenjak Mak Erot meninggal dunia, Dananjoyo seperti anak ayam kehilangan induknya. 


Bukaann..... Dananjoyo bukanlah anak Mak Erot, tapi dilanda galau dan bingung yang luar biasa beratnya karena Dia sudah kadung cocok dengan tritmen dari Almarhumah Mak Erot.
 
Doi sudah mencoba ke berbagai tabib diseluruh antero Nusantara, tapi belum mendapatkan yang se manjur  Mak Erot.
 
Pada suatu hari, Dananjoyo diberitahu temannya bahwa ada tabib perempuan seumuran Mak Erot yang jos gandosssss.
Berangkatlah Dananjoyo menemui tabib tersebut, sendirian.
 
"Jadi kamu kepingin perkasa to Le...."
 
"Iya Mak...biar bisa mak jlebb..!"
 
"Okay...gampang, gak perlu pake di urut ataupun ramuan Le. Syaratnya gampang, kamu harus mendapatkan ucapan terimakasih dari tiga orang wanita. Satu ucapan terimakasih akan membuat “punyamu” bertambah panjang 0,75 cm."
 
"Ndesit? ( dibaca that's it )"
  
"Yoi bro...."
 
Berangkatlah Dananjoyo mencari apa yang disyaratkan oleh Tabib tadi.
 
Ditengah perjalanan Dananjoyo melihat seorang perempuan yang mau menyeberang jalan. Dengan sigap dibantunya perempuan itu menyeberang jalan. Dan diujung jalan perempuan itu pun berkata,” Terimakasih Mas.”
 
Dananjoyo pun masuk ke sebuah pasar tradisonal. Terlihat olehnya seorang perempuan bakul daging ayam yang lagi kerepotan membawa dagangannya. Tanpa ba bi bu diangkatnya dagangan ibu itu dan dibawanya ke bedak ibu itu.
 
“Wah, terimakasih lo mas atas bantuannya....” kata ibu itu.
 
“Kurang satu nih...” kata Dananjoyo dalam hati sambil matanya melihat kebawah. Senyumpun mengembang demi melihat celananya agak menyembul keluar.
 
“Tolong..tolongggg....copet..copet..” teriak seorang perempuan.
 
Secepat kilat, Dananjoyo pun melesat mengejar pencopet tersebut. Dengan gerakan jurus “macan menerkam”, Dananjoyo pun melayang bak macan kelaparan mencari mangsa. 

Pergumulan hebat pun terjadi. Si Pencopet tidak begitu saja menyerah, dia mengeluarkan senjata tajam yang berkilatan. Mata Dananjoyo mengawasi dengan tajam gerakan senjata si copet tersebut.
 
“Ada cicak..,” teriak Dananjoyo sambil telunjuknya menunjuk ke atas.
 
Pada saat si copet mendongak keatas, tendangan memutar Dananjoyo tepat mengenai rahangnya. Jatuh terkulailah si copet.
 
Si Ibu yang kecopetan tersebut berlari menemui Dananjoyo, sambil berkata...
“Terimaksih mas.....beribu-ribu terimakasih mas.......”
 
Wottt???!!!.....

Dananjoyo pun terkulai lemas.

Saya Arif Wibowo, melaporkan untuk anda..yaaa andaaaaaa......