Pages

Cari

Jumat, 29 Agustus 2014

[ Prompt Quiz #5 ] Pangeran...Nyuwun Pangapunten.

Burning Giraffes And Telephone by Salvador Dali

Adzan subuh mulai terdengar bersahut-sahutan dari masjid dan langgar. Dengan jelas terdengar, “Assholaatu khoirum minannauum.....Assholaatu khoirumminannauum...”

Kulihat seorang perempuan muda dengan mengenakan mukena, seorang diri berjalan pelan menuju masjid. Temaram lampu jalan membuatku tidak bisa mengenalinya dengan jelas. 


Sudah ratusan bahkan ribuan malam, aku selalu berdiri di tempat ini, disamping kotak telepon umum yang sudah tidak terpakai. Aku sangat hafal dengan siapa yang lewat, jam berapa mereka lewat,  dan kebiasaan apa yang mereka kerjakan ketika melewati tempatku berdiri. Tapi kali ini, sumpah, aku belum pernah melihat perempuan muda ini.

“Permisi, numpang lewat.” Perempuan muda itu menyapaku.

Aku hanya tersenyum, aku arahkan pandanganku ke tempat lain.

“Bagaimana malam ini? Ramai gak? Pasti sepi ya, kok jam segini masih disini.” Lanjut perempuan muda itu.

Jangkrik! Ngapain juga dia nanya-nanya, mau rame mau sepi apa pedulinya dia.

“Marah ya? Kok diem saja...Maaf...”

Sudah, sudah, sudah....cepetan lewat! Keburu qomat tuh!

“Kemana Mas Toni yang bawa motor butut itu , atau Mat Hatib si juragan besi tua yang permintaannya selalu aneh-aneh, atau Babah Lim yang kata kamu keringatnya bau babi. Apa mereka sudah punya mainan baru?”

Gaplekkk..gaplekkk!...njijris saja perempuan muda ini. Eh, tapi kok dia tahu persis orang-orang yang selalu mampir ke aku.

“Kamu gak subuhan, ayok bareng aku?...Ya sudah, aku duluan. Aku tunggu di masjid ya.”

Huffttt....iya nanti aku subuhan.

Aku masih berdiri di tempat itu. Memandang jalanan yang masih sepi. Aku membayangkan orang-orang yang masih tidur nyenyak, berselimutkan sarung.

“Belum pulang? Sudah terang lo.”

Perempuan muda itu menyapaku lagi. Mukenanya sudah dilepasnya.

Jiyaahhh.....Aku hapal bener wajah itu. Hidungnya yang nyeprok, alis yang melengkung clirit, bulu mata pendek, pipi agak tembem. Itu aku!

“Ka..ka...kamu siapa?” Tanyaku.

“Ha..ha..haaaaaa.” Perempuan muda itu tertawa. Tertawanya bergetar seperti suara jerapah.

Lalu aku lihat semuanya serba terbalik, tubuhku terasa ringan, melayang mengikuti hembusan angin. Aku berteriak, tapi hanya mulutku yang bergerak-gerak. Aku tidak melihat perempuan muda itu lagi. Lamat-lamat aku lihat kotak telpon umum tempat aku mangkal itu terbakar.
***
Aku terbangun, kepalaku masih sangat pusing. Seorang perawat lewat di depan ranjangku.

“Hrrrr...hrrrrr......hrrr.....”


Pengerannnn , nyuwun pangapunten. Suaraku berubah menjadi suara jerapah.

Saya Arif Wibowo, Flashfiksi diatas adalah terjemahan bebas dari lukisan surealis Salvador Dali yang berjudul Burning Giraffes And Telephone.

Catatan
 Pangeran = Sebutan Orang Jawa untuk Gusti Allah atau Tuhan.
Nyuwun Pangapunten = Mohon maaf sebesar-besarnya.