Pages

Cari

Kamis, 23 Oktober 2014

Galau Di Atas KRL


Hari yang aku tunggu-tunggu pun tiba. Jumat malam. Perasaanku membuncah, ingin segera bertemu keluarga kecilku. Berbagai macam rencana mengisi hari Sabtu dan Minggu bersama anak-anak, berkelebat di benakku.


Stasiun Beos pun ramai, penuh dengan orang-orang seperti aku, yang tinggal di pinggiran Ibu Kota tapi  menumpang mencari nafkah di Ibu Kota. Jam di stasiun itu menunjukkan pukul 19.45, kira-kira lima belas menit lagi KRL akan berangkat, mengangkut kami para pekerja urban menuju rumah kami di pinggiran Ibu Kota.

Aku lempar pandanganku ke seluruh ruangan gerbong. Mungkin ada tiga kali aku mengabadikan dengan kamera kesayanganku,  wajah-wajah letih yang berdesak-desakkan diatas KRL. “Lumayan buat hiburan,” pikirku.

"Loh, kok bisa jatuh?.... Di mana jatuhnya Mbak? ....Apanya yang berdarah Mbak?”

Tiba-tiba terdengar suara seorang ibu muda yang berdiri lima langkah di depanku, sedang berbicara dengan seseorang melalui smartphone nya.

“Mbak, tolong si Dedek kakinya di kompres pakai es ya. ...Dedek mana?....Dek, tunggu mama ya, sebentar lagi keretanya berangkat kok. Jangan nangis ya Dek......Iya, iya, sebentar lagi mama sampai. Sabar ya Dek...”

Bolak-balik ibu muda itu melihat arloji di tangan kanannya, kedua tangannya di kepalkannya di depan dada sambil menggigit bibir.

“Kok gak berangkat-beragkat sih kereta ini?” tanya ibu muda itu.

Ting...tong...ting...tong...teng..teng..teng..teng.

“Pengumuman, kepada seluruh penumpang KRL.....”

“Apa, ditunda?!” Beberapa orang hampir bersamaan mengucapkan kata tersebut.

Ibu muda itu pun lemas, duduk di lantai kereta, tangannya merangkul ke dua lututnya, kepalanya ditundukkan hampir masuk diantara ke dua lututnya, air matanya mengalir.


“Yang kuat ya Dek,....yang kuat ya Dek,....Maafkan mama Dek.” Kata ibu muda itu lirih.
***

Thanks to Amran Hendriansyah "AbenK" untuk fotonya yang menginspirasi.