Pages

Cari

Selasa, 24 Februari 2015

Surat Paijo Untuk Juminten



Foto : Argya's Doc


Jum, aku belum pernah seyakin ini tentang cinta putih tulus suci. 

Jum, kamu tau gak, hari – hari ini aku semakin semangat. Ibadahku, kerjaku, hidupku....gombal ya....?? Jawabannya adalah kata pertama yang ada di depan paragraf ini. Aku bersyukur masih diberi kesempatan ketemu kamu. Kamu masih lucu dan cerdas, masih bandel, masih gesit dan tangkas, sudah keliatan mak – mak eh..keibuan ding.  Tatapan matamu itu yang aku suka, seperti Bu Ainun, teduh banget.


Sudah pinter pakai benges, pakai gincu..he he he. Sudah canggih memadu padankan baju, tambah cantik dan ngangeni.

Jum, aku pikir pertemuan kita ini bukanlah suatu kebetulan. Aku yakin Gusti Allah punya rencana tersendiri terhadap kita. Mungkin Gusti Allah sedang menguji sampai dimana kesabaran kita ya Jum.

Ayo Jum, kita merajuk kepada Gusti Allah bareng – bareng. Aku berhusnudzon kepada Gusti Allah, Dia akan memberikan apa yang kita inginkan. Kata para kyai , Gusti Allah itu sesuai sangkan paran kita toh? 

Jum, menurutku, cinta putih tulus suci dan perkawinan adalah dua hal yang berbeda. Kamu pasti setuju.

Perkawinan adalah komitmen antara laki – laki dan perempuan Kita berdua sudah terlanjur terikat dalam suatu komitmen pernikahan, dan konsekensinya kita patuhi komitmen tersebut. Kita hormati pasangan kita, kita rawat anak – anak kita. Sambil terus nyenyuwun kepada Gusti Allah, Dzat Yang Maha Pembuat Segala Sesuatu Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin. Dzat Yang Maha Pembuat Cerita.

Sedangkan cinta putih tulus suci adalah gabungan antara kenangan, tangis, tawa, saingan, berkelahi, anyel, akur, cita –cita, semuanya menjadi satu. Pasti kamu akan menebak kok seperti lagunya Malida ? He he he..iya saya habis dengerin lagu itu. Paling kamu akan bilang, Ra mutu blas...
Beruntunglah Pak Habibi yang sudah mendapatkan cinta putih tulus suci dari Bu Ainun.

Aku tahu, kamu pasti nangis baca ini.

Aku pingin nangis, tapi aku tahan.

Jum, pada suatu masa ketika Gusti Allah ngijabahi apa yang kita pinta, byuhhh.jiyaannnn itu adalah pembuktian cinta putih tulus suci kita.

Bagaikan bocah yang kehilangan burung dara, kemudian pada suatu pagi pas dia ke kolah di belakang rumah untuk wudu dilihatnya burung dara tersebut sudah bertengger di paguponnya  Mata bocah itu berbinar – binar, berteriak kesana kemari, sampai – sampai lupa berwudu untuk solat subuh.

Jum, pada suatu masa nanti, kita lihat ludruk bareng ya, terus kita bahas ceritanya. Kita  tirukan parikan – parikan dan guyonan – guyonan yang saru..he he he ( eh pipimu merah tuh..tersipu ya )

Kita pengajian bareng ya, kuliah subuh di tempat biasanya Kita beli buku loakan bareng, kamu senengnya buku bergenre apa? Kalau aku suka fiksi, non fiksi juga, yang agak sedikit blue juga suka..upss.. sori, nggak ding.. Kamu pasti suka buku tentang gosip artis , tentang masakan? Salah ya.....

Di setiap sepertiga malam, aku selalu melihat bintang barat yang sinarnya teduh tersenyum kepadaku. Dia menuliskan surat di secarik awan yang dititipkan angin kepadaku. Temui aku di musola belakang rumah, tulisnya.

Jiyaannn, wagu banget ya?

Sudah ah, juragan ku sudah mulai jengah melihat aku gak bekerja. Oh iya, seperti dalam film Mission Impossible, surat ini akan terbakar sendiri dalam waktu lima detik setelah kamu selesai membaca surat ini. Ha ha ha, guyon ding....

Tapi kalau memang surat ini gak ada manfaatnya bakar saja dan lupakan selamanya.
Aku tulis surat ini disela – sela pekerjaan ku sebagai buruh pabrik tebu di kota X.

Salam buat anak – anak mu, jaga diri baik – baik, jaga hati kita.