Pages

Cari

Selasa, 29 September 2015

ISENGNYA PRIA KESEPIAN

Istriku sedang ada tugas ke daerah lagi dan aku akan kesepian lagi sebulan ke depan. Malang bagiku jadi lelaki rumah tangga. Sialnya aku ini lelaki yang gampang tergoda jika tidak ada kegiatan sepanjang hari.

Memang istriku lah yang selama ini mencari nafkah dan aku mengurus segala keperluan rumah tangga kami. Pada awal pernikahan satu setengah tahun yang lalu, kami sudah sepakat atas peran kami masing – masing. Biasanya kalau ada istriku, aku akan sibuk mulai subuh sampai menjelang tidur malam hari. Saat ini adalah kali ke tiga istriku tugas ke luar kota.


Sudah aku bolak - balik lima kali koran lokal hari ini. Tapi aku tidak menemukan satu artikel atau berita yang menarik untuk disimak. Aku taruh koran itu diatas meja tamu, aku ganti dengan menyalakan laptop. Aku segera menyusuri situs – situs dewasa. Dengan rakusnya mata ini menjelajahi satu persatu dari ribuan situs dewasa yang beredar bebas di udara ini. Tiga jam lebih mataku tak lepas dari layar laptopku. Pantatkupun juga tidak beranjak dari tempat dudukku.

Tiba – tiba nada pemberitahuan SMS berbunyi dari ponselku dari nomor yang tidak aku kenal.

“Hae ganteng...Ketemuan yuk. Jam 11 malam di Hotel X kamar 12A.”

Berarti satu setengah jam lagi aku sudah harus sampai di kamar itu. Segera aku berbenah diri, berdandan semenarik mungkin. Aku pacu motor bututku menembus sepinya malam.

Kata orang Hotel X ini hotel tertua di kota ini, dibangun pada jaman penjajahan Belanda. Bentuk bangunannya memang khas Belanda dengan daun pintu dan daun jendela yang tinggi dan besar.

Aku ketuk pintu kamar 12A, dua kali. Pintu itu terbuka dengan sendirinya. Warna hijau mendominasi kamar itu,  bau dupa menyengat.

Seorang perempuan sedang duduk di atas ranjang.

“Sri....Sri...” kataku.

Sri, istriku, tersenyum kemudian mulutnya membuka lebar memperlihatkan ke empat taringnya yang tajam.


Dalam hitungan detik mulut Sri menghisap darahku sampai kering.
***

Flash Fiction untuk Prompt #89 di Monday Flash Fiction