Pages

Cari

Selasa, 20 Oktober 2015

Prompt #93 - Cermin Besar di Rumah Loji.

foto diambil dari sini

Di dekat gang kecil itu ada sebuah rumah besar peninggalan Belanda yang dipunyai oleh laki - laki keturunan Cina, orang – orang mengenalnya sebagai Bah Tiong. Temboknya tinggi, pintu masuk utamanya juga tinggi.  Halamannya  tidak terlalu luas, terdapat  teras depan berbentuk pendopo. Daun pintu dan daun jendelanya khas Belanda banget. Tinggi dan gede. Warna bangunan didominasi warna putih gading. Di dinding yang memisahkan ruang teras depan dengan ruang dalam terpasang sebuah cermin besar. Rumah tersebut dikenal sebagai Rumah Loji.


Sore itu, seorang laki – laki berkopiah hitam berdiri di depan Rumah Loji, di tangannya memegang stofmap hijau lusuh. Tiga kali sudah dia mengucapkan salam, tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Didorongnya pintu masuk utama, ternyata tidak dikunci. Dia berjalan masuk ke pendopo.

“Mengapa cermin ini buram sekali ?” Di hembuskannya udara dari mulutnya ke cermin tersebut. Kemudian di usapnya cermin itu.

Wusss.....

Tiba – tiba sebuah bayangan hitam keluar dari cermin .

Laki – laki itu tersenyum.

 “Hae Jin, aku punya tiga permintaan. Aku mau kaya, punya rumah seperti ini, dan awet muda.” Cerocos laki – laki itu.

“Aku turuti permintaanmu.”

Wusss....

Laki – laki itu raib .


“Selamat menikmati permintaanmu....di dalam cermin,” kataku sambil mematut diri di depan cermin dengan kopiah hitam di kepalaku.