Pages

Cari

Jumat, 22 Januari 2016

Catatan Kecil Untuk Iblis


Sekitar sebulan yang lalu, saya melihat di halaman group FB Rumah Pena Inspirasi Sahabat ( Rumpies The Club ) ada sebuah buku, yang menurut saya, judulnya sudah menggelitik di benak saya.  Sebut Aku Iblis.

Judul tersebut mengadung 5 W + 1 H bingits. Membuat penasaran yang melihatnya. Buku tersebut ditulis oleh Mbak Fitri Manalu, yang merupakan admin dari Rumpies the Club. Segera saja Saya menghubungi Mbak Fitri , minta dikirimi ( harap dibaca : beli ) satu buku tersebut.


Buku setebal 119 halaman itu merupakan kumpulan cerpen dari Mbak Fitri Manalu, yang terdiri dari 20 cerita pendek. Sebut Aku Iblis menempati urutan pertama.

Sebut Aku Iblis, mengisahkan seekor iblis yang selama ratusan tahun telah bekerja dengan baik menggoda manusia untuk berbuat jahat. Sorak sorai gembira, ketika melihat para manusia bergelimpang penyesalan. Hingga suatu waktu produktivitas iblis tersebut menurun. Dia merasa jemu dengan segala apa yang telah dia kerjakan.
Sore hari di suatu taman, iblis tersebut mendengar tangis seorang perempuan. Kemudian apakah yang akan dilakukannya?

Di sampul buku tersebut terdapat sebuah kutipan sebagai berikut :

Tapi aku iblis bodoh yang akhirnya jatuh dalam perangkap cinta. Lalu membawa lukanya pergi diam – diam saat semuanya harus berakhir. Menahan pedihnya sendiri. Sebelum menghilang bersama angin.

Apakah Iblis akan iba dan jatuh hati kepada perempuan yang menangis di bangku taman itu. Dan kemudian menjadi mualaf? Maaf, dengan berat hati saya tidak bisa menceritakan akhir kisah iblis tersebut. Ada ratusan alasan mengapa saya tidak bisa menceritakan disini. Yang paling utama adalah , kasihan para calon pembaca karena mereka nanti sudah tidak surprais lagi.

Membaca kumpulan cerita pendek ini, kita akan dibawa masuk ke dialog – dialog romantis, lincah, asik. Juga imaji kita dibawa ke tempat – tempat yang syahdu, indah lewat deskripsi Mbak Fitri yang detil.

Dari dua puluh cerita pendek ini, warnanya hampir sama. Seperti warna langit sore hari ketika akan hujan. Cinta dan agak muram. Saya belum sempat mengkonfirmasi kesimpulan saya ini ke Mbak Fitri. Kalau kesimpulan saya salah, saya minta maaf Mbak. Kalaupun benar, juga tidak masalah. Sah – sah saja.

Untuk teman perjalanan atau teman ngopi, dari pada anda sibuk dengan gadget teman anda, sangat disarankan untuk membaca buku ini.

Dari catatan saya, ada satu kesalahan Mbak Fitri. Yaitu, mengapa buku yang dikirim ke saya tidak ada tanda tangan penulisnya. Itu saja.


Selamat membaca.