Pages

Cari

Kamis, 04 Agustus 2016

Ideologi Cinta



Cinta adalah ideologi

Aku bilang pada mereka, cinta itu adalah ideologi.

Ah, omong kosong apa pula ini, cibir mereka.

Ideologi itu tidak bisa dipaksakan, tidak bisa diindoktrinasikan , masuk ke hati dengan sendirinya dan diyakini kebenarannya. Begitu pula cinta, jawabku.


Mereka boleh punya harta sakndayak, bisa memberi mu apa saja, bisa membawa mu kemana saja, bisa bermanis muka di depan mu. Tapi mereka ndak bisa masuk ke hati mu. Memahami ideologi itu dengan rasa, bukan materi.

Mereka, di belakang aku dan kamu mungkin ngrasani kalo kita ini pengikut ideologi gila. Mungkin juga diantara mereka ada yang berusaha membredel ideologi yang kamu anut. Aku yakin, kamu akan tetap pada ideologimu.

Mereka pasti bingung dan bertanya tanya, kok bisa kamu punya ideologi yang menurut mereka gila. Itulah rasa.

Ideologi aku dan kamu itu asik, nakil, lempeng, nakil lagi, nakil , nakil lagi, jujur, tulus, wagu, ra mutu, liar, nakil lagi.....

Kudu bertahan sampai akhir, kata mu pada ku.

Terimakasih ku untuk mu atas segala perjuangan mu bertahan di ideologi kita.

Nb :
Percakapan Daun Jati dengan Bintang Barat, di atas kapal Bunda Maria dari Ternate menuju Manado, 4 Agustus 2016 dini hari.