Pages

Cari

Kamis, 25 Agustus 2016

Pajak? Amnesti Dong.




Tiga minggu yang lalu Saya ada acara di Jakarta.  Berangkat dari Ternate, dan mendarat lah di Soekarno Hatta. Dengan memanfaatkan Grabcar,  Saya diantar ke hotel tempat Saya menginap. Ngobrollah Saya dan Pak Cipto,  sopir Grabcar itu. Ngalor ngidul gayeng,  karena ternyata beliaunya orang Arema . Ketika Saya menjawab Saya orang pajak,  langsung yang keluar dari bibir Pak Cipto adalah "Amnesti dong. "



Tadi,  di bandara Sultan Babullah secara gak sengaja terlibat obrolan dengan sesama penumpang yang mau ke Surabaya. Beliau habis ada acara atas undangan Pemda Ternate . Ketika mereka tahu Saya orang pajak,  langsung yang terucap adalah "Amnesti. "

Kitapun larut dalam pembicaraan pengampunan pajak. Ada banyak yang ditanyakan kepada Saya. Namun karena waktu yang sedikit, tidak semua pertanyaan bisa Saya jawab tuntas. Saya sarankan untuk datang ke kantor pajak terdekat, untuk berkonsultasi lebih mendalam tentang pengampunan pajak.

Kemaren waktu ketemu dengan seorang Wajib Pajak,  Saya tanyakan apakah ikut Tax Amnesty?  Jawabannya adalah, "Pasti ikut,  ini lagi dipersiapkan dokumen dokumen nya. " Wajahnya terlihat cair,  padahal pada waktu Kita kesana sebelum ada Tax Amnesty,  nerima kita aja ogah - ogahan. Sambutannya ketus banget. Dikeluarkannya fatwa fatwa tentang pajak. Alhamdulillah sekarang sudah mendapat hidayah.

Istilah Tax Amnesty sekarang sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia. Kita sebagai orang pajak harus siap menerima segala pertanyaan dari para Wajib Pajak dimanapun kita temui.

Akan ada banyak pertanyaan,  dari yang sangat sulit sampai pertanyaan yang diluar topik. Akan ada banyak wajah ceria karena diuntungkan dengan adanya Tax Amnesty,  tak sedikit juga yang masih curiga ada apa dibalik Tax Amnesty.

Kalau Saya,  lebih suka meladeni pertanyaan yang diluar topik. Luwih gayeng.

#ndleming wagu ra mutu diatas awan menuju Surabaya.