Pages

Cari

Senin, 19 September 2016

Eksplor Ternate III

Cerita wagu ra mutu ini merupakan sekuwel dari cerita mengeksplor Ternate sebelumnya. Yang pertama adalah Ini Indonesia, disusul dengan Bacan. Untuk yang ketiga , keempat, dan selanjutnya akan saya beri judul Eksplor Ternate III, IV, dan seterusnya.

Ceritanya hari Minggu siang kemarin, setelah lembur yang begitu mengharu biru, saya dan beberapa teman sesama pekerja harus menjemput seorang teman yang baru mudik ke Jawa, di bandara Sultan Babullah. Saya tidak akan menceritakan tentang pemudik itu, fokusnya bukan di "dia" nya. Fokusnya kemana kita round ( istlah orang ternate untuk halan -  halan ) setelah menjemput dengan terpaksa.

Round adalah salah satu hiburan murah meriah, dan kebetulan juga di Ternate banyak spot yang bisa dijadikan obyek round.  

1. Batu Angus







Batu Angus merupakan salah satu ikon kota Ternate. Merupakan padang bebatuan berwarna hitam pekat atau angus, muntahan Gunung Gamalama entah tahun kapan, dengan luas sekitar 6,8 hektar. Sangat gampang akses ke tempat ini, karena berada persis di pinggir jalan besar di daerah Kulaba. Tiketnyapun sangat murah, Rp 2.500 per orang.

Sangat dianjurkan berkunjung ke Batu Angus pada pagi atau sore hari. Bisa saja siang hari, dengan catatan untuk para pengunjung perempuan ataupun laki - laki yang peduli dengan kecantikan membawa topi bundar, melumuri  muka dan tubuhnya dengan sunblock. Baru setelah itu bisa berlari - larian kesana kemari menikmati batu hitam yang berserakan.

Ketika kita berada diantara batu - batu angus tersebut, perasaan seperti berada di suatu planet antah berantah. Mungkin kalau Riri Riza atau Mira Lesmana mau bikin AADC 3 disini asik banget. Pasti Rangga dan Cinta akan sangat romantic...mimpi kali ye.

Selain pemandangan batu - batu angus, kita juga bisa menikmati pemandangan laut dan juga Gunung Maitara, gunung yang diabadikan di uang kertas seribu rupiah.


Kalau pas musim durian, bisa menikmati durian khas Ternate. Dengan warna buah duriannya kuning mentega, tidak terlalu manis ada sedikit rasa pahit. Bijinya tidak terlalu besar, dagingnya tebal. Mak nyussss.

 
2. Danau Tolire Besar

Ada dua danau Tolire, Tolire Kecil dan Tolire Besar. Jarak keduanya paling cuman lima menit dengan mobil. Kali ini kita berkunjung ke Danau Tolire Besar. Akses mudah, sama seperti Batu Angus, lokasinya dari jalan raya tidak terlalu jauh. Tiket masuk juga murah, Rp 2500/orang.

Danaunya sangat luas, menurut keterangan penduduk luasnya sekitar 5 hektar. Jarak permukaan air danau sampai ke titik tempat kita berdiri, tingginya kira kira 100m. Tidak ada aktivitas di danau tersebut. Entah karena tidak ada jalan turun ke danau atau cerita - cerita mistis yang menyelimuti danau Tolire Besar itu.


Menurut cerita rakyat yang berkembang, danau tersebut dihuni oleh buaya - buaya putih yang menjaga harta karun jaman kerajaan dahulu yang dibuang ke danau agar tidak dirampas oleh Portugis. Ada teman yang katanya pernah melihat buaya putih tersebut dari atas. Wallahualam bishowab.

Pada saat kita masuk parkiran, banyak anak - anak menjajakan batu dalam tas plastik kecil. Kemudian di pinggir danau banyak orang melempar batu ke danau. Ternyata di danau Tolire Besar ada satu kebiasaan unik, yaitu melempar batu ke danau. Sekencang dan sekuat apapun lemparan batu ke danau, batu tersebut tidak akan menyentuh permukaan air danau. Penasaran?

 

Demikian dulu cerita round kita hari Minggu kemarin. Tunggu cerita berikutnya ya.