Pages

Cari

Selasa, 27 September 2016

Eksplor Ternate VII : Bertemu Pak Sukino



Hae, lagi nungguin aku ya Jum?....Hehehe, pede banget aku ya? Gak usah malu mengakui Jum. Iya kan, iyya kann, iyyya kannnn....Jiyannnnn, gak ilang - ilang wagu ku ya Jum? Dah ah, aku mau cerita. Jangan menginterupsi ya, nanti aja kalo ketemu.
 
Salah satu hal dari nguli yang aku sukai adalah bertemu dengan orang baru dan ngobrol gayeng. Seperti tadi aku bertemu dengan Pak Sukino. Usianya sekitar 50 tahunan dengan perawakan tegap. Tangannya menjabat tanganku dengan kuat dan terasa tebal, menunjukkan bapak ini pekerja keras.
 
"Njowo ne pundi Pak?"
 
"Kulo Palur, njenengan pundi Mas?"
 
"Walah, kulo Laweyan Pak. Podo Solo ne to."
 
Kalimat pembuka itu menghilangkan segala sekat, serasa bertemu dengan sedulur sendiri yang lama gak berjumpa. Kamu tahu Jum, perasaan ini seperti membuncah, nggg...seperti perasaanku kalau aku bertemu kamu, iya kamuh...
 
Jadi menurut cerita Pak Sukino, setelah lulus SD sekitar tahun 80an, karena himpitan ekonomi beliau ikut seorang juragan pakaian ke Tidore. Di Tidore pekerjaanya adalah menjualkan pakaian keseluruh wilayah Tidore Kepulauan, dari pintu ke pintu.


 
Pada suatu hari, bertemulah Pak Sukino dengan perempuan yang juga menjual pakaian secara dari pintu ke pintu. Perempuan tersebut berasal dari Sukoharjo. Kemudian menikahlah mereka.
 
Bertahun - tahun mereka berdagang pakaian dengan tekun, hingga datang petaka kerusuhan SARA di Maluku tahun 1999.
 
Pada saat Pak Sukino dan istri menceritakan kejadian ini, merinding aku Jum. Aku bisa merasakan betapa mencekamnya situasi pada saat itu. Maaf aku gak bisa menuliskan detail cerita Pak Sukino, takut kamu gak bisa tidur. Dan dampak kejadian itu masih dirasakan sampai beberapa tahun. Alhamdulillah sekarang sudah sangat kondusif. Semoga selamanya kita tidak akan bisa dikoyak - koyak seperti itu lagi ya Jum....
 
Oh ya Jum, meskipun Pak Sukino ini ngakunya orang bodo hanya lulusan SD, etapi ternyata beliau sesepuh Paguyuban Pandawa alias Perantauan Dari Jawa. Anggotanya berjumlah 500an orang.
 
Malah katanya kemarin pas Pemilu Legislatif, beliau di dapuk menjadi tim sukses salah seorang calon legislatif. Tugasnya menjadi vote getter ( keren ya Jum istilah e ) untuk para perantau Jawa, karena caleg tersebut suaminya adalah orang Jawa. Dan berhasil.
 
Satu lagi cerita yang menggambarkan betapa Pak Sukino ini pengaruhnya besar adalah ketika beliau ditahan pasca kerusuhan karena mempunyai senjata api. Tanpa dikomando, masyarakat sekitar ngluruk ke tempat Pak Sukino ditahan, minta agar Pak Sukino dibebaskan malam itu juga. Dan berhasil.
 
"Ă–rang Tidore itu rasa solidaritasnya tinggi. Mereka sangat suka dengan orang Jawa." Kata Bu Sukino.
 
"Gitu ya Bu."
 
"Bahkan mereka begitu mengimpikan mempunyai anak mantu orang Jawa."
 
Waini Jum.....
 
Auuuuuuuuuu........
Aku mendengar srigala mengaum keras dan panjang.
 
 
#ditulis diatas ferry menuju Pelabuhan Bastiong.