Pages

Cari

Kamis, 01 September 2016

Mbak Nur, dan Pasti Kamu.


Dari pojokan di depan Gate 2 sini,  Aku bisa lihat polah tingkah penumpang yang lagi menunggu pesawat mereka masing masing. Sambil menikmati air mineral yang Aku beli dari toko di luar bandara dan camilan murah meriah.

Suara mbak mbak petugas bandara terdengar nyaring dari pengeras suara yang kualitasnya ndak begitu bagus. Bersahut sahutan mengumumkan jadwal keberangkatan pesawat. Ada juga mbak mbak yang manggil manggil nama penumpang sambil clingak clinguk mencari penumpang yang ketinggalan, karena pesawat sudah siap take off. Yang paling nyebelin kalo ada pengumuman pesawat terlambat, entah dengan alasan apapun. Seperti kondisiku saat ini.



Setiap Aku transit di Hasanudin,  Aku selalu ingat seorang perempuan sholihah paruh baya yang tegar menghadapi kehidupan, dengan pipi seperti pipi mu,  tumpah. Apa kabar Mbak Nur?

Kamu,  pernah cerita maen ke rumah Mbak Nur. Mulut mungilmu tak capek mengisahkan keelokan panorama Pantai Losari. Kau peragakan bagaimana lidahmu mencecap coto Makassar,  Kau uraikan perbedaan rasa dengan saoto Solo. Semuanya Kau ceritakan padaku.

Akupun larut menikmati ,entah cerita mu entah mimik mukamu entah caramu bercerita, hmmmm... Semuanya Aku suka.

Suatu waktu,  Aku pernah bilang padamu, Aku pengin menikmati setahun dua tahun di sana.

"Jangan ah... Di sini saja. " Katamu penuh harap.

Kamu tahu, mendengar pintamu itu,  serasa tubuhku ini ditaburi bunga bunga aneka warna dengan aroma semerbak harum maskulin . Semenjak itu Aku selalu berdoa semoga keinginan mu diijabahi Gusti Allah.

Setiap Aku turun di Hasanuddin,  ingat Mbak Nur. Dan pasti Kamu.

Nb.: Ndleming wagu ra mutu di depan Gate 2 Sultan Hasanuddin menunggu delay Mbak Sriwi.