Pages

Cari

Kamis, 26 Januari 2017

Eksplor Ternate XI : Trans Wairoro

Bendera di halaman sekolah SMP di Wairoro, Halmahera Tengah.

Di Eksplor Ternate VI : Weda, Saya pernah bercerita mengenai Halmahera Tengah. Kalau ada yang belum baca, monggo di klik dulu link diatas, aamiinkan dan share. Semoga anda masuk surga.

Kali ini untuk yang kesekian kalinya Saya berkunjung lagi ke Halmahera Tengah. Berdasarkan pengalaman yang kemarin - kemarin naik speed dengan ombak yang nggegirisi, bikin wajah jadi putih. Eh, pucat ding. Kali ini naik ferry saja. Biar lambat asal santai. Kalau naik ferry, lama perjalanan dari Ternate ke Pelabuhan Sofifi memakan waktu hampir 2 jam. Menikmati perjalanan sambil makan bakso diatas fery, yang jual orang Sragen - Jawa Tengah, mayan bisa jagongan pake basa sibu. Kalau naik speed, sekitar 45 menit.


Alat transportasi darat di Halmahera Tengah adalah becak montor atau bentor dan mobil niaga ( Avanza, Xenia, Innova, dll ) yang biasa disebut taxi.. Saya dan gerombolan yang terdiri empat orang akhirnya memutuskan menyewa sebuah Avanza. Meluncurlah kami menuju sebuah alamat. 

Jalanan yang sepi, aspal yang mulus, pemandangan kiri - kanan yang serba hijau, serta kondisi medan yang naik turun dan berkelak - kelok membuat perjalanan satu jam pertama begitu mengasyikkan. 

Menginjak dua jam kedua, dua orang angota gerombolan Saya mulai gak nyaman duduknya. Keringat dingin yang sebesar grontol mengucur deras, wajah pucat terlihat jelas. Dengan sangat terpaksa, dua orang tersebut ditinggal di sebuah warung di pinggir jalan. Sisanya, Saya dan anggota gerombolan paling muda melanjutkan perjalanan.

Beruntungnya lagi, sopir yang mengantar kami tidak paham benar alamat yang mau kami tuju, yaitu sebuah SMP di Wairoro. Sinyal telpon kadang ada, seringnya hilang. Lengkap sudah keberuntungan perjalanan kali ini. Alhamdulillah, Gusti Allah menciptakan perangkat yang sangat asyik, yaitu panca indra. Sehingga kami bisa bertanya,melihat, mendengar, dan ketemulah alamat itu.

Jadi Wairoro ini adalah daerah transmigran. Dibagi 3 lokasi, yaitu SP 1 untuk transmigran dari Jawa Timur, SP 2 untuk transmigran Jawa Tengah, SP 3 untuk transmigran Jawa Barat. Waktu saya tanya kepanjangan dari SP, mereka juga gak tahu. Lucu ya.

Persawahan di Trans Wairoro SP 1

Disepanjang perjalanan menuju Desa Sumbersari, Kecamatan Wairoro SP 1, banyak ditemui lahan yang ditanami buah naga, padi, jeruk. Ada beberapa petak sawah yang sepertinya baru saja dipanen. Jalanan menuju desa tersebut masih berupa makadam, jembatannya sedikit rusak, diakali dengan dipasang lembaran - lembaran kayu sebagai alasnya agar bisa dilewati. Suasananya sepi, anak - anak SD berjalan berkelompok pulang dari sekolah sekitar jam 12 siang.


Jembatan menuju desa Sumber Sari, Wairoro, Halmahera Tengah.

Bertemulah kami dengan Pak Guru Nahir dan Pak Guru Mahmud. Kebetulan Pak Nahir tinggal di sebuah rumah dinas kecil disamping sekolahan, sedang Pak Mahmud rumahnya tidak jauh dari sekolahan. Mereka berdua menemani kami ngobrol.

Pak Nahir minta maaf karena hapenya tidak bisa dihubungi. Bukan karena rusak atau habis pulsa, baterainya nge drop. Kalaupun ada baterai, kadang sinyalnya harus berebutan dengan para pemakai hape yang lainnya. Listrik di kampung itu baru nyala nanti jam enam sore sampai jam enam pagi. Itupun bergiliran juga.  Pak Nahir bercerita sambil ketawa-tawa.

SMP ini terdiri dari tiga lokal kelas. Kelas 1 dengan 9 murid, kelas 2 terdiri 11 murid, dan kelas 3 ada 9 murid. Guru yang mengajar 10 orang. Pada waktu Saya sampai disana, para murid sudah pada pulang. Saya haqul yakin para murid itu pulang gak akan mampir ke rental PS atau nongkrong di warung sambil mainan hape pintar mereka. Demikian juga para guru, gak akan selpih didepan kelas.

Begitulah 10 jam perjalanan pergi - pulang Saya dan gerombolan.