Pages

Cari

Senin, 12 Juni 2017

Bocah - Bocah Era Digital



Kalau biasanya adalah Traveling and Teaching, maka di bulan penuh berkah ini travelingnya diganti dengan giving. Teaching N Giving yang pertama bagi 1000 Guru Maluku Utara ini melakukan kegiatan mengajarnya di MIN Sasa Ternate. Sekolahan ini terletak di pinggir jalan besar, bangunannya berlantai dua, lantai kelas sudah keramik, ruangan kelas lumayan luas. Kalau gak salah ada 16 lokal kelas. Tapi tidak semua muridnya dari keluarga mampu. Ini juga mungkin yang mendasari pengurus 1000 Guru Maluku Utara memilih sekolahan ini sebagai tempat TNG #1. Ada 105 murid terdiri dari kelas 3, 4, 5,  yang diikutsertakan dalam kegatan ini.

Jam 10 pagi, hampir 40 kakak - kakak relawan 1000 Guru Maluku Utara telah berkumpul di halaman sekolahan. Adik –adik yang akan ikut kegiatan TNG #1 tak kalah semangatnya dengan kakak – kakak relawan, meskipun hari itu mereka baru selesai mengerjakan ulangan kenaikan kelas. Matahari yang lumayan menyengat, kalah dengan bara semangat mereka.


Pada TNG #1 ini saya diberi kesempatan mengajar kelas 3b yang berjumlah 15 murid, bersama Kak Egi, Kak Winda, Kak Mutya, Kak Marwa. Ada tiga mata pelajaran yang akan kita ajarkan. Yaitu Pancasila, PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ), dan pengenalan profesi. Sesi terakhir adalah memberikan motivasi kepada mereka agar berani mempunyai cita – cita dan berusaha mencapainya.

MIN Sasa Ternate letaknya di Kota Ternate, dimana kehidupan di Ternate hampir sama dengan kota – kota di Jawa. Murid – muridnya lebih berani ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal. Beda dengan murid – murid di sekolahan yang terletak di kepulauan. Bagi kami, para relawan, tantangannya pun beda.



Pada semua sesi murid – murid sangat antusias. Mereka berebutan maju ke depan menerima tantangan dari kami. Kadang kami bingung dan kewalahan juga mengahadapi tingkah polah mereka. Ada kalanya kami ajak mereka bernyanyi, bermain tepuk tangan, menari poci – poci, sampai yang heboh menari soya – soya.

“Kakak dulu suka bakulae gak?” Tanya Bayu. Sebenarnya Bayu ini tidak termasuk murid yang diikutsertakan dalam kegiatan TNG #1, tapi karena dia aktif banget dan gak mau pulang, ya saya ajak masuk kelas saja.

“Iya, dia suka berkelahi, Kak.” Sahut Fauzan, Difki, Fadlan.

“Ya sudah sini bakulae sama Kakak.” Pelan – pelan Saya ayunkan tangan kanan ke arah perut Bayu. Mereka berempat tergelak.

“Kakak, Bayu sudah punya pacar. Itu pacarnya.” Kata Difki sambil menunjuk seorang gadis kecil yang berdiri di luar kelas.

Ampongggg.....bocah – bocah era digital ini masak sebelum waktunya.

“Belajar yang bener, lulus SD, SMP, SMA, kuliah, kerja cari panai yang banyak. Baru cari pacar yang bener.” Kata saya sok bijak.



Mereka manggut – manggut mendengarkan petuah bijak saya, sambil menuliskan cita – cita mereka di selembar stiker berbentuk daun : Fauzan - dokter ; Bayu – brimob ; Difki – tentara ; Fadlan – tentara.

Jayalah tunas - tunas Indonesia.

*Foto : Wahid Kusumahadi, kecuali foto terakhir.