Pages

Cari

Selasa, 20 Juni 2017

Sweet Orange Coffee

Sweet Orange Coffee

Hae,

Pasti pada pernah lihat kecoak kan? Hewan kecil seukuran jempol anak umur lima taon, berwarna coklat, bisa terbang ke sana – ke mari. Biasanya muncul di kakus, di tempat sampah, bisa juga keluar dari mulut. Eh kalo itu santet ding.

Di kamar kos saya ada seekor kecoak yang ngeselin banget. Ketika saya tidur, tiba – tiba dia masuk ke sarung saya, katanya mau bacain cerita sebelum bobo. Ketika saya di kamar mandi mau mandi, eh dia ngintip. Errgghhhh..


Menurut intelejen yang sangat tidak layak dipercaya, ada beberapa fakta menarik dari kecoak ini :

Yang pertama, doi satu – satunya hewan berukuran non mikro yang bisa bertahan dari bom nuklir.  Jadi misalkan ada PD ke 13, setiap negara saling menembakkan peluru nuklir, maka ketika umat manusia punah, dunia akan dikuasai oleh kecoak. Bayangkan dunia ini akan dipimpin seekor hewan yang dulunya dicibir, di hina - dina, dinistakan.

Misalkan si kecoak ini lagi menginspeksi tahanan para artis. “Hae kalian orang – orang lemah, ayo terbang satu persatu. Yang gak bisa terbang cium aku, Datok Sri Paramesvari Yang Dipertuan Agung Kecoak Kakus.” Sambil terkekeh licik melihat para artis mencoba menahan untuk tidak muntah. Bibir kecoak sudah monyong gitu, terus salah seorang artis, sebut saja Bang Ipul, berusaha tegar. Tiba – tiba, “Huwekkkk.” Tumpahlah segala isi perut kecoak tadi, karena ternyata bibir Bang Ipul sudah disulam dengan kapur barus.

Yang kedua, si kecoak ini meskipun kepalanya sudah lepas dari tubuhnya, tapi dia masih bisa hidup selama seminggu. Makanya di masyarakat kecoak, ketika ada carok antar kecoak, ketika salah satu kecoak tertebas kepalanya, maka hukum mengurus jenazah bukan fardhu kifayah, tapi fardhu ‘ain. Si mayat sendiri yang mengurusi pemakamannya. Mandi sendiri, solat sendiri, masuk kubur sendiri, tutup kubur sendiri, tahlilan di dalam kubur juga sendiri. Baru setelah seminggu, para ahli warisnya bagi – bagi warisan.

Yang ketiga, si kecoak ini merupakan binatang purba yang telah ada 280 juta tahun yang lalu. Kalau itu benar seharusnya seluruh kecoak di muka bumi ini dilindungi. Segala obat pembasmi serangga ditarik dari peredaran. WWF dan para relawan kehewanan harus konsern terhadap kelangsungan hidup kecoak. Mereka bikin semacam suaka margasatwa, yang bentuknya adalah kakus raksasa. Huweekkk....Jangan dibayangkan ya.

Yang keempat, populasi kecoak betina lebih banyak dari kecoak jantan, karena kecoak jantan biasanya berumur pendek. Mungkin para jantan mengalami kelelahan yang sangat karena harus meladeni puluhan bahkan ratusan kecoak betina, setiap jam nya. Maka buat para cowok jomblo, gak usah kuatir. Karena di masa datang kalian akan sangat di harapkan oleh para kecoak betina. Tinggal mulai sekarang rajin – rajinlah latihan senam kegel.

Yang kelima, kecoak bisa nahan napas selama 40 menit.

Semula saya agak ragu dengan pernyataan ini.  

Jadi ceritanya malam tadi sehabis solat terawih, saya panasin air untuk bikin kopi. Saya masukkan dua sendok kopi Curup pemberian dari seorang teman, ke dalam secangkir gelas. Kemudian saya tuangkan air yang sudah mendidih tadi ke dalamnya. Saya aduk pakai sendok 32 kali. Saya nikmati kopi panas sambil membalas pesan WA dari para fans. Setelah itu saya sudah gak ingat apa – apa lagi.

Eh, tau - tau terbangun oleh suara alarm jam 4 pagi.

Setengah sadar saya nyalain lampu kamar, kemudian ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka. Setelah itu saya bikin ndomi buat sahur. Tapi saya agak heran, biasanya setiap kali saya bangun, si kecoak akan menampakkan dirinya. Tempat favoritnya adalah pojokan dekat tempat sampah. Tapi malam ini saya tidak melihatnya. Apa mungkin doi sudah gak krasan lagi di tempat saya? Ih, nggaya banget doi. Ah masa bodoh, saya lanjutin makan sahur saya.

Lima menit menjelang imsak, selesai sudah makan sahur saya. Tinggal menyelesaikan rangkaian ritual makan sahur terakhir, yaitu menyeruput sisa kopi yang sudah dingin. Bibir saya sudah beradu dengan bibir cangkir tersebut. Hidung saya masuk ke dalam cangkir, beberapa mili liter kopi masuk ke mulut saya. Tiba – tiba hidung saya kembang – kempis. 

Sensor penciuman menangkap sinyal  asing, kemudian mengirimkan kode sinyal asing tersebut ke otak saya. Otak saya merespon dengan mencocokkan sinyal asing tersebut dengan ribuan data yang ada di data base otak. Pada sepersekian detik, otak menemukan kecocokan sinyal asing tersebut dengan sebuah bau. Yaitu bau sweet orange coffee. Eh, bukan. Coba saya baca lagi. Ups.....sweet urine kecoak!

Oh my god, langsung saraf mata saya membelalak, melihat lebih tajam ke dalam gelas. Seekor mahluk purba bersayap berwarna coklat, sedang menyelam di genangan kopi, menyeringai ke arah saya. Secepat kilat cangkir kopi dengan segala isinya tersebut ,saya lempar ke kamar kos sebelah. “Enyah kau, mahluk purba!” Teriak saya penuh kebencian, dan beberapa mili liter kopi tersebut meluncur dengan sukses melewati tenggorokan, berkelak – kelok di usus dan mendarat mulus di perut.

Hmmmm....sweet orange coffee, eh , sweet urine cockroach.


Saya Arif Wibowo, mutan kecoa.