Pages

Cari

Jumat, 20 Oktober 2017

Eksplor Ternate XIV : Rumah Soa dan Fola Sowohi

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok umat manusia, disamping sandang dan pangan. Saking begitu pokoknya sampai ada jabatan Menteri Perumahan mulai jaman Orde Baru sampai Orde Now. Meskipun beberapa kali jabatan tersebut berubah nama, dan pernah hilang pada masa Presiden Gus Dur dan Mbak Mega.

Dulu waktu SD, kita didoktrin oleh Guru IPS kita bahwa Indonesia mempunyai banyak rumah adat. Ada Rumah Joglo, Rumah Gadang, Rumah Limas, Rumah Panjang, dan lain – lain. Setelah beranjaknya usia, saya menemukan banyak jenis rumah adat. Ada rumah singgah, rumah liar, rumah kardus, rumah gerobak, rumah cerdas, rumah perubahan, rumah pisang koloncucu, dan banyak lagi.

Rumah Soa Faudu

Rumah Soa Faudu

Ketika mbolang ke Pulau Hiri, pulau kecil di sebelah utara Ternate, saya menjumpai dua rumah adat. Masyarakat sekitar menamakannya Rumah Soa. Satu di Faudu, dan satunya lagi di Togolube.

Dari beberapa literatur yang saya baca, bahwa masyarakat Ternate hidup berkelompok disebuah kampung, yang disebut gam. Penghuni gam terdiri dari beberapa keluarga atau marga, yang disebut soa. Setiap soa dipimpin oleh fanyira, dan para fanyira dibawah kepemimpinan seorang momole ( kepala kampung ).

Jadi Rumah Soa, menurut pemahaman saya  adalah rumah induk dari sebuah keluarga atau marga.

Di Rumah Soa Faudu, saya bertemu dengan seorang tete ( kakek ). Tidak banyak cerita yang saya dapat dari tete ini, karena keterbatasan bahasa juga indera pendengaran saya yang begitu lemah menangkap getaran suara dari bibir tete tersebut. Saya tidak bisa memastikan apakah tete tersebut seorang fanyira.

Dinding Rumah Soa Faudu didominasi warna kuning. Sewarna dengan bendera Kesultanan Ternate. Mungkin ini ada hubungannya dengan kabar yang saya dengar bahwa tentara khusus Kesultanan Ternate tinggal di Faudu.

Rumah Soa Togolube

Rumah Soa Togolube

Bentuk Rumah Soa Togolube persis seperti Rumah Soa Faudu. Bagian depan adalah teras kecil, tidak banyak sekat di dalam rumah. Rumah Soa Togolube ini menghadap ke laut. Saya membayangkan syahdu banget menikmati senja di teras rumah sambil ngopi ngobrol ngalor ngidul nyamil pisang mulu bebek.

Saat ini Rumah Soa Togolube di tempati oleh Kepala Desa Togolube. Sayangnya, waktu saya ke sana, beliaunya sedang tidak ada di tempat.

Fola Sowohi Gurabunga

Fola Sowohi

Dari Pulau Hiri, kita bergeser ke Pulau Tidore. Dari utara Ternate, pindah ke selatan Ternate. Di Tidore ada sebuah kampung yang dikenal dengan nama Negeri Di Atas Awan. Kampung tersebut di ketinggian 713 m, berada di lereng gunung Kie Matubu. Gurabunga namanya. Udara disini begitu sejuk. Desanya bersih, rapi.

Ngomongin Gurabunga, maka kita tidak bisa lepas ngomongin Sowohi. Sowohi adalah seorang tokoh spiritual yang menghubungkan Dunia Gelap dan Dunia Terang.

Sowohi menempati sebuah rumah adat yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah tersebut terbuat dari bambu yang dilapisi tanah, beratap rumbia, berlantai tanah. Namanya Fola Sowohi.

Saya beruntung telah sampai Gurabunga dan melihat Fola Sowohi walau hanya dari luar. Mungkin lain kali bisa ketemu sowohi dan melihat isi Fola Sowohi.