Pages

Cari

Minggu, 15 April 2018

SEMBILAN CEWEK GEBE BEREBUT KURSI STAN

Peserta TO sedang mengerjakan soal.

Informasi adalah sangat penting. Akan sangat berbeda orang yang sudah mendapatkan informasi dengan orang yang belum mendapatkan informasi tentang suatu hal.

Satu contoh, pada waktu saya kelas 3 SMA  datang serombongan alumni SMANSA yang pada saat itu kuliah di STAN, membawa informasi mengenai segala hal tentang STAN ( Medio 91 an belum ada yang namanya googleing di yahoo, maupun sebaliknya...). Saya salah seorang yang sangat tertarik dengan informasi ini, karena cucok dengan kondisi ekonomi Bapak dan Sibu. Dan Alhamdulillah, sesuai doa Sibu, satu – satunya perguruan tinggi negeri yang menerima saya ya STAN.


===

Sekitar bulan Februari 2018, atas inisatif beberapa teman dari Perbendaharaan Ternate, Bea Cukai Ternate, Pajak Ternate, Lelang Ternate, di bentuk sebuah komunitas khusus pegawai Kementerian Keuangan Maluku Utara yang bernama Sobatkeu Maluku Utara. Yang mendasari dibentuknya komunitas ini adalah, selama ini kita melihat bahwa di beberapa komunitas kerelawanan yang ada di Ternate banyak sekali ditemukan pegawai Kementerian Keuangan yang aktif di situ. Alangkah dahsyatnya bila sobat – sobat keuangan yang terserak itu berkumpul di satu komunitas.

“Pak, ini ada usul dari teman – teman mau bikin TO STAN.” Kata Nai, fresh graduate STAN yang baru ditempatkan di Ternate. “Te O kuwi opo?”, pertanyaan saya mungkin sangat terasa aneh di telinga Nai yang nota bene adalah anak asuhan micin dan gejet. “Try Out, Pak...”.

“Alasan mu opo Gil?” Tanya saya kepada Agil Romana, anak Bea Cukai Ternate selaku pimpro TO.

“Gini Pak, anak Ternate yang masuk STAN itu D1 2004 kurang dari 10 orang, 2014 D3 Akuntansi Ismi doang. Terakhir masuk STAN, D1 Pajak 2015  Ayu sorang,. Menurut cerita Ismi juga, seumur – umur di Ternate belum pernah ada yang namanya Try Out STAN. Sangat sedikitnya yang masuk STAN bukan karena mereka kurang mampu, tapi karena minimnya informasi tentang STAN......Bla..bla..blaaa....”

Adalah sangat menyenangkan berkomunitas dengan anak – anak muda milenial progresif, kita hanya berlagak sok tua bijak, mereka sudah bisa running. Heheheh....

Awal Maret Sobatkeu Maluku Utara mulai melakukan road to TO. Dimulai dengan sosialisasi STAN untuk siswa – siswi kelas 3 se Maluku Utara bertempat di MAN 1 Ternate pada Sabtu, tanggal 10 Maret 2018. Sebenarnya para Sobatkeu Malut sudah minta ijin ke beberapa SMA di Ternate untuk melakukan sosialisasi pada hari Sabtu, tapi ditolak dengan alasan Sabtu adalah hari libur. Mereka sudah menerapkan lima hari sekolah. Hanya MAN 1 Ternate yang mengijinkan dan juga masih menerapkan enam hari sekolah. Akhirnya diputuskan untuk dipusatkan di MAN 1 Ternate.

Tanggal 19 Maret 2018, talk show di radio RRI Pro2 FM Ternate di acara Sapa Sore.

Selain itu secara intens melakukan promo di instagram Sobatkeu Maluku Utara.
xxx

Minggu, 15 April 2018 Try Out STAN diadakan di MAN 1 Ternate, dengan 106 peserta TO. Ada delapan kelas yang dipakai untuk ruang ujian. Materi yang diujikan ada 3, yaitu Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan Seleksi Kompetensi Dasar. Dimulai pada pukul 08.30 WIT, berakhir pukul 12.30 WIT.

Menarik ketika melihat daftar registrasi peserta TO, selain dari Ternate ada yang dari Tidore, ada juga beberapa mahasiswa Universitas Khairun Ternate, ada yang dari Pulau Bacan Halmahera Selatan, ada yang dari Pulau Gebe Halmahera Tengah.

Setelah acara TO, saya bertemu dengan peserta TO dari Pulau Gebe di sebuah warung makan Ijo Royo Royo. Ada sembilan cewek, yaitu Fanni, Melani, Mayriska, Fitri, Nabila, Afifah, Amy, Ana, Tika.

Transportasi dari Gebe ke Ternate dapat ditempuh dengan laut dan udara. Untuk lewat udara kapasitas tempat duduk sangatlah terbatas, karena memakai pesawat perintis Susi Air. Yang biasa di pakai adalah lewat laut. Itupun seminggu hanya sekali.

Mereka berangkat dari Gebe hari Kamis malam dengan menggunakan kapal Kie Raha menuju Weda selama 18 jam. Setelah sampai di Weda, perjalanan diteruskan lewat darat menuju Sofifi selama kurang lebih 3 jam. Dari Sofifi menyeberang ke Ternate kurang lebih 45 menit.

Alhamdulillah di Ternate kebetulan ada sebuah mess Bea Cukai Ternate yang kosong, sehingga mereka bisa menempati di situ.

Kembalinya ke Gebe mereka harus menunggu hari Rabu. Dengan rute sebaliknya.

Sobatkeu Maluku Utara siap memfasilitasi adik – adik dari Gebe pada saat pendaftaran via on line karena sinyal di Gebe bisa di katakan tidak ada.

Alhamdulillah sekali lagi, untuk tahun ini pendaftaran dan ujian dilaksanakan di Ternate. Mereka tidak harus lagi ke Makasar atau Manado.

“Nanti kalo ngoni samua sudah di terima di STAN, ngoni samua akan sering liat Monas e.” Kata saya.


Mata mereka berbinar, menerawang ke atas.