Pages

Cari

Sabtu, 06 Juni 2020

New Normal = Jalan Panjang dan Berliku Perantauan

new normal


Di awal tahun 2020, kita semua dikejutkan dengan munculnya Sunda Empire. Rangga Sasana, salah seorang petinggi Sunda Empire menjadi buah bibir karena pernyataannya yang menghebohkan. Kalau tidak salah beliau menyatakan dunia akan memasuki tatanan peradaban baru. Kita semua tertawa.


Kebetulannya, di pertengahan 2020 ini kita telah memasuki tatanan peradaban baru yang disebut dengan New Normal. Kita semua meringis.

Orang – orang mengartikan New Normal dengan bermacam tafsir, tergantung sudut pandang mereka. Menurut saya sah – sah saja. New Normal ini diterapkan di semua lini kehidupan. Mau tidak mau semua orang di seluruh dunia menerapkan New Normal ini.

Salah satu contoh kecil New Normal bagi perantau adalah mereka harus melengkapi syarat – syarat untuk melakukan perjalanan kembali ke tempat kerja atau pada saat pulang menengok anak istri di kampung.

Untuk yang akan memakai moda transportasi udara, silahkan perbanyak shobar dan doa, siapkan kondisi badan tetap sehat.

Maskapai mensyaratkan penumpang harus bebas covid19, baik melaui rapid tes ataupun swab. Untuk rapid tes masa berlakunya 3 x 24 jam, sedang untuk swab masa berlakunya 7 x 24 jam. Beberapa bandara ada yang mensyaratkan penumpang yang datang harus swab dulu. Tarif sekarang ini untuk rapid tes berkisar 300 – 600 ribu, swab berkisar 750 ribu – 3 jutaan. Semoga tidak lama lagi harga tes semakin menurun.

Tidak semua rumah sakit atau laboratorium kesehatan bisa melakukan rapid tes dan swab. Ada rumah sakit atau laborat yang mensyaratkan kita harus mendaftar dulu untuk bisa rapid tes dan swab karena jumlah peserta tes nya beberapa hari kedepan sudah penuh. Untuk hasil rapid tes biasanya pada hari itu juga, kalau hasil swab 5 - 7 hari.

Ada seorang teman yang sudah mengantongi tiket pesawat untuk hari H, H-1 dia ikut rapid tes. Hasil rapid tes baru keluar di sore hari, hasilnya adalah reaktif. Akhirnya dia membatalkan penerbangan untuk hari H. Ditunda dulu sampai hasil rapid tes atau swab berikutnya non reaktif atau negatif.

Ada seorang teman yang sudah mengantongi tiket pesawat untuk hari H, hasil rapid tes non reaktif. H-1 mendapat SMS dari maskapai C bahwa penerbangan ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Untuk sampai bandara pun diterapkan New Normal.

Travel ke bandara yang normal sudah jarang atau bisa dibilang tidak ada. Kita harus sewa satu armada untuk satu penumpang, mengantar kita ke bandara.

Usahakan datang lebih awal 2 – 3 jam di bandara, dan bawa bekal sendiri. Bandara sepi, lengang, toko – toko masih tutup semua.

Selalu pakai masker, faceshield, bawa sajadah sendiri, sering – sering cuci tangan , kalau gak ada air pakai handsanitizer, persiapkan kelengkapan surat perjalanan, ikuti protokol di bandara, perbanyak doa dan shobar.

ngeluk boyok

Setelah screening covid19 selesai, kita antri untuk check in dengan mengisi beberapa formulir. Tiket pun di tangan, dan kita bisa masuk ruang tunggu untuk ngeluk boyok dulu sambal menikmati bekal dari rumah.

Penumpamg pesawat tidak sampai terisi setengah dari kapasitas tempat duduk. Kursi yang tengah diberi tanda silang.

Alhamdulillah, sekitar pukul 09.00 WIB akhirnya pesawat take off dengan mulus, matapun terkantuk pulas. Menurut jadwal, penerbangan ke Sam Ratulangi Manado akan memakan waktu 2,5 jam.

Lamat – lamat terdengar suara pramugari yang memberitahu bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat di Sam Ratulangi. Mata saya masih malas membuka. Saya melirik jendela, ada aliran air hujan yang nempel di jendela. Lama kelamaan saya lebih memilih menuruti rasa kantuk saya.

Lamat – lamat terdengar suara pramugari yang memberitahu bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat di Hasanuddin Makasar karena cuaca di Manado tidak memungkinkan untuk mendarat.

“Astaghfirullah…” Terbelalak mata saya, saya lihat jam di hp menujukkan sekitar pukul 15.00 WITA. Ya Allah, lima jam kita mengudara. Alhamdulillah tidak terjadi apa – apa.

Setelah 30 menit di Hasanuddin Makassar, pesawat melanjutkan ke Sam Ratulangi Manado. Sekitar pukul 18.00 WITA pesawat mendarat dengan selamat tak kurang suatu apapun. Capek tapi lega.

Owh…Ternyata belum selesai perjalanan kita. Di Sam Ratulangi Manado, penumpang yang datang harus melewati rapid tes untuk bisa keluar dari bandara. Antri lagi. Perbanyak doa dan shobar.

Rapid tesnya cepat dan hasilnya juga cepat, gratis lagi. Untuk yang hasilnya non reaktif bisa langsung pulang ke rumah masing – masing. Untuk yang hasilnya reaktif sudah disediakan mobil ambulans yang akan membawa ke tempat karantina di Bapelkes Malayang.

Alhamdulillah, saya dan teman – teman lolos screening covid19. Untuk beberapa teman yang tidak lolos, semoga diberikan kesabaran dan semoga hasil swab nya negatif , secepatnya bisa kembali guyonan seperti sedia kala.

Teringat salah satu wasiat ulama besar Imam Syafi’I tentang merantau, yaitu “Dan berlelah-lelahlah karena sesungguhnya nikmat hidup itu didapat saat kita berlelah-lelah”.

Wahai generasi milenials, masih berniat merantau?

23 komentar:

  1. Semangat beh..semoga segera dapat mutasi untuk balik kampung dekat keluarga..Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin allahumma aamiin..ngana juga An

      Hapus
  2. Kak Arif anak rantau non reaktif, selamat kembali bekerja di tanah rantau, jaga kesehatan, imun dan iman 🤟

    BalasHapus
  3. Babeh... semoga lelahnya berbuah Jannah. Edmalia

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin allahumma aamiin.....ngana juga

      Hapus
  4. Semangat Om Arif, Bismillahi tawakaltu Allallahi Laa Haula Wala Kuwwata illa billah, segera balek dekat homebase yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin allahumma aamiin, matur suwun didoakan.....

      Hapus
    2. Opo di dongakno balek jember:-D

      Hapus
  5. Semoga sehat terus Mas Arif

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Cak Arif...mugo gek ndang bali moleh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin allahumma aamiin, sampeyan juga Nu....dongodinongo

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Semangat Rip...setiap tetes keringat d jalanNya ada nilainya.Nikmati sj, semua akan indah pada waktunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin....matur suwun mbak. Dongodinongo.

      Hapus
  10. Adaptasi kebiasaan baru yang asyudahlah, semoga kita semua diparingi kesehatan, jauh dari penyakit dan marabahaya. #AkukqNgelu #kapanMutasi :)

    BalasHapus
  11. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus