Pages

Cari

Rabu, 30 Agustus 2017

Pesiar Ke Kampung Magribi

Toko di Kampung Magribi

AKLAMASI

Ksatryan Megamega ini mempunyai aturan super duper ketat. Aturan - aturan itu mengikat para cantrik yang ngangsu kawruh di situ selama 24 jam penuh. Pagi hari mereka harus bangun sebelum tetes embun yang pertama jatuh ke bumi. Pada rentang  1000 ketukan mereka harus sudah siap olah kanuragan di sebuah lembah yang luas. Kabut dingin yang turun bersama semribitnya angin tidak mereka hiraukan. Ketika terdengar suara seruling pada nada re selama lebih kurang lebih 250 ketukan, 20 peleton cantrik secara terpimpin harus kembali ke barak untuk persiapan kegiatan selanjutnya.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Chaos on The Barak

Barak

Prologue

Hampir setengah purnama sudah, satu batalyon prajurit abal - abal digodok di Ksatriyan Megamega untuk menjadi prajurit telik sandi yang nggegirisi .Ksatriyan ini terletak di kaki Gunung Gede - Pangrango yang ketinggiannya sekitar 1.800 m diatas permukaan laut. Suhu sehari - hari berkisar 19 - 21 derajat Celcius, itu setara dengan satu balok es yang di cemplungkan ke dalam ember kecil. Brrrrrrr......

Minggu, 23 Juli 2017

Film Keluarga : Sepanjang Jalan Satu Arah

Sepanjang Jalan Satu Arah

Hae,

Mudik Lebaran 2017 ke Rumah Laweyan menyisakan banyak cerita yang berkesan bagi saya. Pasti begitu juga dengan semua rakyat Indonesia , baik yang melaksanakan lebaran, simpatisannya, maupun yang tidak melaksanakannya. Bagi yang belum ataupun tidak melaksanakannya, semoga taon depan bisa melaksanakannya.

Minggu, 16 Juli 2017

Ada Apa Di Hiri?

Road To Kelas Inspirasi KI Ternate : Hiri

Hae,

Pulau Hiri adalah sebuah pulau kecil di sebelah utara Ternate. Dengan luas kira – kira 12 km2, terdiri 6 desa : Dorari Isa, Faudu, Mado, Tafraka, Togolobe, dan Tomajiko. Untuk menuju ke sana satu – satunya alat transportasi adalah dengan menggunakan kapal kayu bermesin 2 atau 3. Dengan panjang 5 m dan lebar 1,5, maksimal penumpang yang dapat di angkut sekitar 15 orang. Kira – kira 20 menitan lah waktu tempuh dari Ternate ke Hiri.

Berikut ini adalah catatan pribadi saya sewaktu Road To Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Ternate. Jadi ini bukan laporan resmi ke stakeholder KI Ternate lo ya.

Minggu, 09 Juli 2017

Di Taman Sriwedari.


Hae,

Lebaran telah menggerakkan ribuan orang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Moda transportasi darat – laut – udara penuh dengan ribuan penumpang.

Jalan raya seperti cat walk panjang yang memamerkan segala bentuk dan tipe kendaraan. Ada yang roda dua, tiga, empat, bahkan lebih.

Begitu juga dengan para pemudik, ada beragam tipe mudikers. Mulai dari mudikers yang menstrim, seperti mudik bareng bersama pabrik jamu Babon. Atau mudik swamandiri dengan bermodal jempol. Alias nebeng siapa saja yang mau di tebengi, dan entah sampai ke kampung halamannya lebaran taon kapan.

Ini adalah sebuah cerita tipe mudikers yang laen.


Selasa, 20 Juni 2017

Sweet Orange Coffee

Sweet Orange Coffee

Hae,

Pasti pada pernah lihat kecoak kan? Hewan kecil seukuran jempol anak umur lima taon, berwarna coklat, bisa terbang ke sana – ke mari. Biasanya muncul di kakus, di tempat sampah, bisa juga keluar dari mulut. Eh kalo itu santet ding.

Di kamar kos saya ada seekor kecoak yang ngeselin banget. Ketika saya tidur, tiba – tiba dia masuk ke sarung saya, katanya mau bacain cerita sebelum bobo. Ketika saya di kamar mandi mau mandi, eh dia ngintip. Errgghhhh..

Rabu, 14 Juni 2017

Blusukan di Falajawa

Lorong Kampong Falajawa

Seminggu yang lalu, saya melihat di instagramnya komunitas Ternate Heritage Society, akan mengadakan acara buka  bersama yang bertajuk Jelajah Pusaka Falajawa ( JPF ). Dalam keterangan di e-posternya tertulis, menjelajahi salah satu kampong tua di Ternate, menikmati arsitektur khas Fala Kanci dan Rumah Indis, melihat proses pembuatan kue tradisonal, dan berburu takjil untuk buka puasa bersama di Pantai Falajawa.

Saya teringat kira – kira setahun yang lalu ketika menginjakkan kaki pertama kali di Ternate, suatu sore diajak oleh teman kos main ke pantai. Dalam bayangan saya lokasi pantai tersebut pasti jauh dan berpasir putih sepanjang bibir pantai. Lima menit berkendaraan roda dua dari kos, sampailah saya di laut bening yang letaknya dipinggir jalan besar. Banyak orang bermain disitu, ada yang renang di laut, ada yang duduk –duduk dipinggir sambil menikmati jagung rebus. “Pantainya mana?” Tanya saya. “Ya ini, namanya Pantai Falajawa.” “Kok gak ada pasirnya?”